--> Skip to main content
Tampilkan postingan dengan label Koordinat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Koordinat. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 Maret 2020

Cara Setting Aplikasi Open Camera untuk Menampilkan Titik Koordinat dan Cara Penggunaannya

pspdistanlotim.com - Sebagian besar smartphone modern saat ini memiliki modul GPS bawaan. Ini adalah alat yang mudah digunakan untuk mengumpulkan data lapangan dengan cepat. Yang diperlukan hanyalah mengambil foto objek yang dimaksud. 

Metadata foto akan menyimpan semua informasi dasar seperti: tanggal, waktu, koordinat dan ketinggian muka bumi dari permukaan laut, serta azimuth pada objek. Pada bahasan kali ini kami akan memberikan sedikit tutorial tentang bagaimana cara setting titik koordinat pada Open Camera atau Geotagging.

Geotagging adalah tindakan memasukkan informasi geografis tentang di mana foto diambil. Geotagging titik koordinat sangat membantu bagi siapapun yang mengambil banyak gambar dan membutuhkan cara untuk merekam dengan tepat di mana setiap foto diambil.

Secara default, aplikasi kamera pada smartphone android anda memiliki kemampuan untuk menambahkan titik koordinat GPS ke file gambar, tetapi ada beberapa pengaturan yang harus anda ubah agar fitur ini berfungsi dengan benar.

Cara Setting Titik Koordinat Open Camera
Anda membutuhkan perangkat HP smartphone atau tablet yang menjalankan OS Android untuk bekerja. Selanjutnya anda perlu menginstal aplikasi Open Camera. Anda dapat menginstalnya dari Google Play. Anda juga dapat mengunduh file APK dari repositori SourceForge resmi dan menginstalnya secara manual.

Baca juga: Rumus dan File Excel untuk Konversi Koordinat Derajat Desimal menjadi Koordinat Derajat Menit Detik

Pengaturan Open Camera
  • Antarmuka aplikasi Open Camera ini sederhana dan user friendly, untuk mengaktifkan perekaman Open Camera, buka program setting dengan cara klik menu berlogo gir di sebelah kanan atas.
  • Buka Location settings.
  • Centang semua kotak opsi, diantaranya Store location data, Store compass direction, Require location data.

Keluar dari pengaturan kamera dengan memilih tombol kembali maka anda akan dapat melihat bahwa ikon geolokasi muncul di sudut kiri atas layar. Jika simbol tersebut dicontreng, itu berarti bahwa smartphone tidak menerima sinyal GPS.

Jika anda mencoba mengambil gambar saat program Open Camera tidak menerima sinyal GPS, maka anda akan mendapatkan pesan GPS location not available. Dan anda tidak akan dapat mengambil gambar. Hal itu disebabkan karena anda menonaktifkan pilihan untuk mengambil foto tanpa adanya titik koordinat GPS di pengaturan.

Ada dua alasan umum mengapa program tidak memiliki sinyal GPS, diantaranya anda lupa mengaktifkan layanan lokasi di pengaturan telepon dan ponsel tidak punya cukup waktu untuk mendapatkan sinyal dari satelit GPS dan menentukan lokasinya.

Jika hal itu terjadi maka anda perlu memeriksa apakah deteksi lokasi GPS telah diaktifkan atau tidak di pengaturan smartphone anda. Untuk melakukan hal itu, buka panel pengaturan cepat telepon anda. Jika indikator GPS tidak aktif, ketuk untuk mengaktifkan lokasi. Ketika indikator GPS menyala, tutup panel pengaturan cepat dengan menggesek ke atas atau ketuk tombol kembali.

Setelah anda mengaktifkan layanan GPS, anda perlu menunggu beberapa saat dengan aplikasi Open Camera terbuka untuk memungkinkan ponsel menerima lokasi dari GPS. Jika anda memiliki program yang menulis trek GPS di latar belakang, maka Open Camera segera mendapatkan titik koordinat setelah dibuka, dan anda tidak perlu menunggu. Ketika Open Camera menerima titik koordinat, indikator geolokasi diisi dengan lingkaran putih. Jika kualitas sinyal GPS baik, maka titik hijau akan berada di sebelah indikator posisi geografis. Jika kualitas sinyal buruk, indikator akan berwarna kuning.

Jika anda telah melakukan langkah-langkah di atas, maka langkah yang harus dilakukan adalah untuk setting koordinat:
  • Dari halaman muka Open Camera, klik kembali menu berlogo gir di sebelah kanan atas lalu pilih menu Photo settings.
  • Pilih menu Stamp photos lalu diatur seperti gambar berikut, maksud dari menu ini adalah untuk memberikan keterangan pada foto hasil Open Camera.
  • Pilih menu Datestamp format lalu diatur seperti gambar berikut, maksud dari menu ini adalah untuk menampilkan format tanggal pengambilan gambar pada foto hasil Open Camera, misalnya: dd/mm/yyyy = hari/bulan/tahun, yyyy/mm/dd = tahun/bulan/hari, mm/dd/yyyy = bulan/hari/tahun.
  • Pilih menu Timestamp format lalu diatur seperti gambar berikut, maksud dari menu ini adalah untuk menampilkan waktu pengambilan gambar pada foto hasil Open Camera. Untuk format 12 hours maksudnya penghitungan jam dimulai dari angka 1-12 sejak pagi hingga siang (dalam istilah bahasa Inggris disebut AM, Ante Meridiem = sebelum tengah hari), lalu diulang kembali dari angka 1-12 sejak siang hingga tengah malam (dalam istilah bahasa Inggris disebut PM, Post Meridiem = setelah tengah hari). Untuk format 24 hours maksudnya penghitungan jam dimulai dari angka 1 - 24 sejak dinihari hingga tengah malam saat pergantian hari.
  • Pilih menu GPS stamp format lalu diatur seperti gambar berikut, maksud dari menu ini adalah untuk menampilkan format Koordinat DMS pada foto hasil Open Camera, misalnya: Degrees/minutes/seconds = Derajat/menit/detik.
  • Pilih menu Custom text lalu diatur seperti gambar berikut, maksud dari menu ini adalah untuk menampilkan nama lokasi pada foto hasil Open Camera.

Demikian tips cara setting Open Camera. Fitur ini sangat berguna bagi anda yang ingin melihat histori di mana foto anda diambil. Semoga bermanfaat!

Kamis, 30 Januari 2020

Tutorial Singkat, Cara Menggunakan Aplikasi OruxMaps Sebagai Aplikasi GPS di Android

pspdistanlotim.com - Dengan menggunakan smart phone atau tablet berbasis android, anda dapat melakukan survey GPS. Dengan catatan bahwa alat anda dilengkapi dengan receiver GPS dan memiliki aplikasi GPS yang dapat diunduh secara gratis di Play Store atau anda bisa langsung mengunduh aplikasinya dengan cara klik di sini. 

Salah satu aplikasi GPS yang dapat digunakan yaitu OruxMaps, aplikasi ini menawarkan fasilitas yang serupa dengan alat GPS biasa yaitu dapat merekam waypoint, track, dan membuat route. Selain itu ada juga fasilitas lainnya yang berguna di lapangan, di antaranya:
  • Dapat menampilkan berbagai peta dasar (basemap) baik secara online maupun offline.
  • Dapat dengan mudah mentransfer hasil survey berupa tracklog (berisi waypoint yang dibuat pada saat tracking), dengan format *.gpx atau *.kmz melalui email, bluetooth, dll.
Berikut panduan singkat cara menggunakan Aplikasi OruxMaps sebagai GPS di android:
1. Pada saat pertama kali membuka aplikasi Oruxmaps, anda akan melihat tampilan sebagai berikut :
2. Cara yang paling sederhana adalah dengan memulai menggunakan peta online. Pada tampilan utama OruxMaps tekan Map Online. Lalu pilih basemap yang anda inginkan.
3. Setelah itu anda akan dapat melihat tampilan basemap, dan tampilan antar muka (interface) dari aplikasinya, seperti berikut :
4. Apabila anda ingin mengetahui posisi saat ini di dalam peta, tekan menu Tracks > Start GPS
Setelah menerima posisi pertama baik dari jaringan (jika diaktifkan pada pengaturan android) atau GPS itu sendiri, maka peta akan fokus pada posisi anda saat ini.

5. Untuk membuat waypoint dapat dilakukan dengan dua cara, anda bisa menekan sedikit lama pada layar yang menunjukkan point yang ingin anda tandai/marker atau arahkan kursor ke point tersebut lalu tekan menu Waypoint > Create
maka akan muncul kotak dialog Waypoint Creation
a. Isi nama anda pada kolom Waypoint Name
b. Isi keterangan pada kolom Description

Selain itu anda juga bisa membuat foto waypoint sehingga informasi waypoint anda dapat memuat gambar dari point/titik tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menekan menu Waypoint > Wpt

6. Untuk melakukan tracking dapat dilakukan dengan cara menekan tombol Track > Start Rec
7. Apabila anda telah selesai menyelesaikan survey lokasi dan ingin berhenti merekam, tekan menu Tracks > Stop GPS. Hasil track anda otomatis akan tersimpan di direktori internal database. Biasanya nama tracknya disesuaikan dengan jam, hari dan tanggal pada saat anda melakukan tracking.

8. Apabila anda ingin membukanya pada Software ArcGIS maka harus diekspor terlebih dahulu ke dalam format *.gpx dengan cara mencentang tracks yang dipilih lalu tekan Export to File, pilih GPX. Maka akan muncul konfirmasi dari Oruxmaps bahwa file tersebut telah berhasil diekspor.

9. Hasil track yang juga berisi waypoint anda telah tersimpan di dalam folder Tracklogs pada folder Oruxmaps dan siap untuk ditransfer ke komputer baik melalui bluetooth ataupun email.

10. Anda dapat membuka file GPX tersebut di dalam ArcMap untuk dapat digunakan sebagai panduan dalam melakukan digitasi.

Catatan:
Untuk dapat menampilkan file *.gpx pada Software ArcGIS maka anda harus menginstal data interopability extension terlebih dahulu.

Senin, 27 Januari 2020

Download | Mahir Gunakan ArcGIS melalui Modul Pelatihan Sistem Informasi Geografis Tingkat Lanjut

pspdistanlotim.com - Modul tutorial ArcGIS tingkat lanjut ini ditujukan untuk pengguna yang telah memahami dasar-dasar Sistem Informasi Geografis (SIG) dan menggunakan ArcGIS mulai dari cara menampilkan data spasial, proses data spasial serta membuat layout peta.

Modul ini diberi judul Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Lanjut yang dibuat oleh Yayasan PelaGIS. Yayasan ini dibentuk dengan tujuan untuk mempromosikan dan meningkatkan keahlian GIS kepada masyarakat umum, khususnya aparatur Pemerintah Daerah, agar memiliki kemampuan dalam mengelola data geografis yang sangat penting dalam proses perencanaan pembangunan. Yayasan PelaGIS juga telah membuat Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar.

Modul ArcGIS Tingkat Lanjut ini, membahas tentang operasi GeoProcessing seperti Konversi Data, Clip, Merge, Dissolve dan Union. Selain itu juga mempelajari tentang manajemen data spasial yang dimulai dengan pemahaman konsep GeoDatabase.

Modul ArcGIS ini tersedia dalam format ebook PDF, modul ini juga menunjukkan tentang eksternal database dengan cara membuat koneksi database dengan ODBC serta cara membuat koneksi database di ArcCatalog. Selain itu juga dipelajari tentang Join dan Relasi Tabel serta Topology.

Modul ArcGIS Tingkat Lanjut ini memberikan studi kasus pemecahan masalah secara spasial. Studi kasus yang pertama adalah analisa kesesuaian lahan yang breakdown berdasarkan identifikasi parameter dan kriterianya, inventarisasi data, penyiapan data hingga proses analisa kesesuaian lahan berdasarkan reclass data hasil overlay.

Berikut daftar isi tutorialnya:
Bab I. Sekilas Perkembangan GIS
- Sistem Informasi Geografis
- Komponen GIS
- GIS Partisipatif, Sudah Saatnya Diaplikasikan di Indonesia

Bab II. GPS dan Interoperabilitas Data
- Sumber-Sumber Data GIS
- Sumber Data GPS
- Data DEM (SRTM)
- Konversi Data ke ArcGIS

Bab III. Persiapan Data
- Membuat dan Merubah Proyeksi
- Data Konversi

Bab IV. Manajamen Data
- Geodatabase
- Metadata
- Eksternal Database
- Join dan Relasi Tabel
- Topology

Bab V. Studi Kasus Analisis Kesesuaian Lahan
- Konsep Kesesuaian Lahan
- Klasifikasi Kesesuaian Lahan
- Prosedur Analisis Kesesuaian Lahan

Bab VI. Studi Kasus TPA
- Kriteria-Kriteria Pencarian Lokasi Alternatif
- Membuat Peta Negatif Kawasan Permukiman

Download Tutorial ArcGIS Tingkat Lanjut dari Yayasan PelaGIS melalui link di bawah ini:

Minggu, 26 Januari 2020

Download | Belajar Pengukuran dan Pemetaan melalui Modul ArcGIS Tingkat Dasar

pspdistanlotim.com - Modul Pelatihan ArcGIS Tingkat Dasar ini merupakan panduan penggunaan GIS dengan Software ArcGIS yang dikeluarkan oleh ESRI. Modul tersebut disusun oleh GIS Konsorsium NAD-Nias, yang merupakan konsorsium beberapa Staf dan Ahli GIS yang bekerja di NAD dan Nias dalam rangka rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana gempa bumi dan tsunami.

Modul ini disusun mulai dari Bab Pertama Pengenalan Konsep Sistem Informasi Geografi, menjelaskan mengenai konsep dasar GIS, format data spasial, sumber-sumber data, proyeksi peta dan sistem koordinat serta konsep dan pengambilan data spasial dengan GPS. Bab Dua sampai Bab Sembilan mengenai penggunaan ArcGIS serta Bab Terakhir mengenai sumber-sumber data lain dalam GIS.

Sasaran pengguna buku modul ini adalah pengguna tingkat pemula yang ingin mempelajari GIS serta penggunaan perangkat lunak ArcGIS. Modul ini menampilkan langkah penggunaan step by step, yang menuntun penggunaan perangkat lunak ArcGIS.

Dengan menggunakan modul ini diharapkan pembaca dapat mengetahui beberapa konsep dasar GIS, kemudian menggunakan perangkat lunak ArcGIS secara sederhana dimulai dari menampilkan data, melakukan proses pengolahan data secara sederhana serta menampilkannya dalam bentuk layout peta.

Berikut daftar isi tutorialnya:
Bab I. Sistem Informasi Geografis
- Pengertian Sistem Informasi Geografis
- Data Spasial
- Peta, Proyeksi Peta, Sistem Koordinat, Survey, dan GPS

Bab II. Pengenalan ArcMap
- Membuka Data Spasial dengan ArcMap
- Melihat Data Atribut Sebuah Layer
- Penyusunan Layer
- Mengaktifkan dan Menonaktifkan Layer
- Perbedaan View pada Data
- Megolah Peta
- Melihat Atribut Peta
- Melihat Atribut Data
- Mengaktifkan Map Tips
- Mencari Feature dan Membuat Bookmark
- Mengukur Jarak dan Membuat Skala
- Pengelompokan Layer
- Mengubah Tampilan Layer
- Mengubah Tampilan dengan Skala

Bab III. Pengantar ArcCatalog
- Sekilas tentang ArcCatalog
- Browsing Data dengan ArcCatalog
- Menggunakan ArcCatalog
- Mengedit Metadata
- Mencari Data dengan ArcCatalog
- Terminologi Sistem Koordinat
- Pengantar Geodatabase

Bab IV. Rektifikasi
- Pengertian Rektifikasi
- Menampilkan Data Raster
- Proses Rektifikasi
- Menyiapkan Semua Layer Data Spasial
- Menyiapkan Layer Image
- Menambah Titik Kontrol
- Rektifikasi Menggunakan Titik Koordinat di GPS
- Menggunakan Tabel Data
- Proses Pengaturan
- Menyimpan Hasil Rektifikasi
- Menampilkan Citra Hasil Rektifikasi

Bab V. Membuat Data Spasial
- Pengertian Digitasi Peta
- Metode Digitasi
- Menambah Data Gambar
- Membuat Layer atau File SHP (Shapefile)
- Menentukan Sistem Koordinat Shapefile
- Digitasi
- Snapping
- Memulai Digitasi
- Menyimpan Hasil Digitasi
- Membuat Annotation Sederhana
- Membuat Layer Point dan Text File
- Membuat Link ke Database Access
- Impor Data dari MapInfo
- Labelling Lanjutan
- Pengaturan Advance Simbol Layer untuk Titik

Bab VI. Mengedit Data Vektor
- Mengedit Data Vektor
- Membuat Setting Snap
- Menambah Feature Linier
- Menambah Feature Titik Menggunakan Koordinat Absolut

Bab VII. Menampilkan Data Spasial
- Menampilkan Data Berdasarkan Kategori Data Atribut
- Menampilkan Data dalam Beberapa Kelompok Class
- Menampilkan Data dengan Grafik
- Menampilkan Tebel Atribut dengan Mengubah Tampilan
- Memilih Features

Bab VIII. Query Data
- Identifikasi Sebuah Feature
- Mencari Feature Tertentu
- Melakukan Query Secara Interaktif
- Melakukan Query Spasial
- Query Lanjutan

Bab IX. Layout dan Pencetakan Peta
- Menampilkan atau Mengatur Peta
- Mengatur Proyeksi
- Mengatur Halaman Layout
- Langkah-Langkah Menambahkan Koordinat Peta
- Langkah-Langkah Menambahkan Skala
- Langkah-Langkah Menambahkan Panah Penunjuk Arah
- Langkah-Langkah Menambahkan Judul Peta
- Langkah-Langkah Menambahkan Legenda
- Menambahkan Objek pada Layout
- Menambahkan Teks pada Layout
- Membuat Extent Rectangle
- Menyimpan Peta
- Ekspor Peta
- Mencetak Peta

Bab X. Sumber Data dalam ArcGIS
- Menambah Data dari ESRI melalui Internet
- Menambah Data Geografi (selain ESRI)
- Mengelola Website

Tutorial ArcGIS Tingkat Dasar ini terdiri dari 230 halaman, disusun mulai dari pengertian Sistem Informasi Geografis, penjelasan konsep dasar GIS, format data spasial, sumber data yang digunakan, proyeksi dan transformasi sistem koordinat peta serta pengambilan data spasial menggunakan GPS.

Modul latihan menggunakan ArcGIS ini ditujukan untuk pengguna tingkat pemula yang ingin mempelajari GIS dengan tahapan yang terstruktur mulai dari cara menampilkan data spasial, proses data spasial serta membuat layout peta.

Download Modul ArcGIS Tingkat Dasar dari Yayasan PelaGIS melalui link di bawah ini:

Jumat, 24 Januari 2020

Dasar-Dasar GIS: Pengenalan dan Pembagian Sistem Koordinat dalam Pengukuran dan Pemetaan

pspdistanlotim.com - Sistem koordinat adalah sistem yang mendefinisikan lokasi dalam serangkaian angka. Secara umum terdapat dua kelompok sistem koordinat, yaitu (1) Sistem Koordinat Geografis dan (2) Sistem Koordinat Terproyeksi. Sistem koordinat geografis Geographic Coordinate Systems (GCS) menggunakan permukaan tiga dimensi dari spheroid sebagai dasar penentuan koordinat. GCS menggunakan satuan sudut (angular unit) yang dinyatakan dalam longitude (bujur) dan latitude (lintang) yang dihitung dari titik tengah bumi ke suatu titik di permukaan. GCS sering dinyatakan dalam satuan derajat maupun radian. Longitude 0 (nol) adalah meridian yang melintasi Kota Greenwich, England, sedangkan latitude 0 (nol) adalah garis khatulistiwa.

Sistem Koordinat Terproyeksi (Projected Coordinate Systems) tidak menggunakan bentuk tiga dimensi shpereoid, melainkan menggunakan dua dimensi bidang datar. Lokasi ditentukan oleh koordinat x dan y dalam suatu grid. Setiap lokasi memiliki nilai x dan y yang menunjukkan posisi relatif titik tersebut terhadap titik origin. Titik origin untuk setiap sistem koordinat berbeda-beda sehingga pengguna harus mengetahui titik origin sebelum menggunakan suatu sistem koordinat.

Salah satu sistem koordinat terproyeksi yang paling banyak digunakan adalah Universal Transverse Mercator (UTM). UTM menggunakan proyeksi Transverse Mercator. UTM membagi bumi ke dalam 60 zona utara (N) dan 60 zona selatan (S). Setiap zona memiliki lebar enam derajat (6°) ke arah longitude.

Gambar berikut ini memberikan ilustrasi bagaimana zona-zona dibagi pada sistem koordinat UTM.

Setiap zona UTM memiliki titik origin yang terletak pada garis khatulistiwa dan berimpit dengan garis meridian tengah setiap zona. Sebagai contoh UTM Zona 48N (Gambar 1-12) memiliki titik origin pada 105° BT; 0° LU dengan koordinat titik origin x=500.000 dan y= 0. Sedangkan untuk Zona 48S memiliki titik origin yang sama persis seperti Zona 48N, tetapi titik origin tersebut memiliki koordinat x=500.000 dan y=10.000.000. 

Pada peta yang sudah berumur lanjut, seringkali dijumpai penggunaan sistem koordinat dan proyeksi selain GCS atau UTM. Sebagai contoh proyeksi polyeder yang menggunakan proyeksi kerucut normal konform. Sistem proyeksi ini digunakan sejak jaman penjajahan Belanda untuk pengukuran dan pemetaan tanah di Pulau Jawa, Bali dan Sulawesi.

Pada peta yang lebih baru sistem koordinat yang paling umum digunakan adalah GCS dan UTM. Meskipun kedua sistem tersebut memiliki banyak kelemahan pada penggunaan tertentu, tetapi karena sifatnya lebih global dan lebih umum digunakan maka praktisi GIS seringkali memilih GCS, UTM atau keduanya dalam mengelola dan menggunakan dan menyajikan data spasial.

Untuk penggunaan datum, WGS 1984 adalah datum yang paling populer digunakan yang salah satu alasannya adalah karena datum tersebut digunakan oleh sistem satelit navigasi global (Global Navigation Satellite System, GNSS) milik Amerika, yaitu GPS. Sehingga jika pengguna menggunakan suatu sistem proyeksi maka secara lengkap dapat dinyatakan dalam penyajian data, misalnya, sebagai berikut:
  • Sistem Koordinat : Universal Transverse Mercator Zona 48 S
  • Proyeksi : Transverse Mercator
  • Datum : WGS 1984

Hasil Verifikasi CP/CL Kegiatan DAK Swakelola 2020 di 8 Kecamatan, Kabupaten Lombok Timur

pspdistanlotim.com - Untuk memacu akselerasi pencapaian target fisik Kegiatan DAK di lapangan maka Tim Teknis Kegiatan DAK pada Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur melakukan kunjungan lapangan ke 8 Kecamatan (UPT-PP) di antaranya: Terara, Keruak, Sakra Timur, Sukamulia, Montong Gading, Suralaga, Suela dan Selong dalam rangka verifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL) Kegiatan DAK Swakelola 2020.

Kunjungan Tim Teknis Kegiatan DAK ke lapangan dikomandoi langsung oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi, SP. didampingi oleh Kepala Seksi Lahan dan Air Ariadi, S.Hut., M.Sc., Staf Bidang PSP Muhdar dan Hadi.

Adapun daftar hasil verifikasi CP/CL di 8 Kecamatan (UPT-PP) adalah sebagai berikut:

Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal, 8 Lokasi:
  • Desa Lando, Kecamatan Terara. Koordinat: 8°36'07"LS, 116°23'03"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini. 
  • Desa Leming, Kecamatan Terara. Koordinat: 8°40'30"LS, 116°24'35"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Rarang Batas, Kecamatan Terara. Koordinat: 8°40'31"LS, 116°23'23"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Senyiur, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°45'26"LS, 116°27'45"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°45'09"LS, 116°30'46"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Dane Rase, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°46'35"LS, 116°29'37"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur. Koordinat: 8°41'24"LS, 116°29'47"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Setanggor Selatan, Kecamatan Sukamulia. Koordinat: 8°39'02"LS, 116°28'55"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini. 
Pembangunan Embung, 2 Lokasi:
  • Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°45'16"LS, 116°26'24"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Dane Rase, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°47'01"LS, 116°29'47" BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
Pembangunan Dam Parit, 4 Lokasi:
  • Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading. Koordinat: 8°36'48"LS, 116°24'14"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Perian, Kecamatan Montong Gading. Koordinat: 8°34'15"LS, 116°23'31"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga. Koordinat: 8°36'03"LS, 116°31'41"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Sapit, Kecamatan Suela. Koordinat: 8°29'50"LS, 116°33'12"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
Pembangunan Pintu Air, 1 Lokasi:
  • Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong. Koordinat: 8°39'57"LS, 116°32'30"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
Baca juga:
Untuk melihat lokasi secara keseluruhan silakan download file yang telah dikonversi dari file SHP (ArcGIS) ke file KML (Google Earth). Setelah anda download file tersebut maka langsung bisa dibuka/diakses menggunakan aplikasi Google Earth di komputer maupun ponsel, dan untuk melihat data tabel pada titik lokasinya di Google Earth anda bisa melihatnya dengan cara diklik pada titik lokasi yang ingin dilihat data tabelnya. Untuk mengunduh (download) filenya klik di sini. [ari]

Kamis, 23 Januari 2020

Rumus dan File Excel untuk Konversi Koordinat Derajat Desimal menjadi Koordinat Derajat Menit Detik dan atau Sebaliknya

pspdistanlotim.com - Dalam ilmu pemetaan terdapat beberapa jenis koordinat, di antaranya Koordinat Geografis DMS (Degree, Minute, Second) dan Koordinat UTM (Universal Transverse Mercator).

Kali ini kita akan membahas Koordinat Geografis terlebih dahulu. Dalam penulisan Koordinat Geografis terdapat 2 format penulisan, yaitu Koordinat Derajat Desimal (DD) yang kita jumpai pada peta digital online seperti Google Maps, dan Koordinat Derajat Menit Detik (DMS) yang kita jumpai pada alat Receiver GPS.

Koordinat yang paling umum kita jumpai ketika menggunakan Google Maps adalah Koordinat Derajat Desimal (misal: -8.652146° 116.529016°) bukan dalam bentuk format yang lengkap seperti Koordinat Derajat Menit Detik (misal: -8°39'07.7" 116°31'44.5"). Mengapa tertulis tanda Minus pada koordinat tersebut karena titik tersebut berada di bumi bagian selatan khatulistiwa atau secara umum di Indonesia kita menyebutnya sebagai Lintang Selatan (LS).

Baca juga: Cara Setting Aplikasi Open Camera untuk Menampilkan Titik Koordinat dan Cara Penggunaannya

Lalu bagaimana cara konversinya? Misalnya diketahui posisi Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur berada pada -8.652146° 116.529016°. Mari kita uraikan cara konversinya:

8.652146°
Konversinya:
8.652146° = ambil bilangan bulatnya menjadi 8° 
ambil angka desimalnya lalu dikalikan 60, menjadi:
(0.652146 x 60) = 39.12876 lalu ambil bilangan bulatnya menjadi 39'
ambil angka desimalnya lalu dikalikan 60, menjadi:
(0.12876 x 60) = 7.7256 menjadi 07.7"
sehingga penulisannya: -8°39'07.7"

116.529016°
Konversinya:
116.529016° = ambil bilangan bulatnya menjadi 116° 
ambil angka desimalnya lalu dikalikan 60, menjadi:
(0.529016 x 60) = 31.74096 lalu ambil bilangan bulatnya menjadi 31'
ambil angka desimalnya lalu dikalikan 60, menjadi:
(0.74096 x 60) = 44.4576 menjadi 44.5"
sehingga penulisannya: 116°31'44.5"

Koordinat yang didapatkan setelah dikonversi yaitu:
-8°39'07.7" 116°31'44.5"

Catatan :
-8°39'07.7" merupakan garis Lintang Selatan (selatan khatulistiwa) dan 116°31'44.5" merupakan garis Bujur Timur (sebelah timur Greenwich di Kota London sebagai titik 0° garis bujur).

Atau jika anda tidak ingin ribet untuk menghitung konversinya seperti yang di atas, lebih praktisnya berikut ini saya telah buatkan dalam bentuk File Excel untuk mengkonversi Koordinat Derajat Desimal menjadi Koordinat Derajat Menit Detik dan atau sebaliknya, lengkap dengan rumus yang bisa mengkonversi simbol Derajat Menit Detik, semuanya otomatis, dapat diunduh di sini. [ari]