--> Skip to main content
Tampilkan postingan dengan label Swakelola. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Swakelola. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Januari 2020

Hasil Verifikasi CP/CL Kegiatan DAK Swakelola 2020 di 8 Kecamatan, Kabupaten Lombok Timur

pspdistanlotim.com - Untuk memacu akselerasi pencapaian target fisik Kegiatan DAK di lapangan maka Tim Teknis Kegiatan DAK pada Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur melakukan kunjungan lapangan ke 8 Kecamatan (UPT-PP) di antaranya: Terara, Keruak, Sakra Timur, Sukamulia, Montong Gading, Suralaga, Suela dan Selong dalam rangka verifikasi Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL) Kegiatan DAK Swakelola 2020.

Kunjungan Tim Teknis Kegiatan DAK ke lapangan dikomandoi langsung oleh Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi, SP. didampingi oleh Kepala Seksi Lahan dan Air Ariadi, S.Hut., M.Sc., Staf Bidang PSP Muhdar dan Hadi.

Adapun daftar hasil verifikasi CP/CL di 8 Kecamatan (UPT-PP) adalah sebagai berikut:

Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal, 8 Lokasi:
  • Desa Lando, Kecamatan Terara. Koordinat: 8°36'07"LS, 116°23'03"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini
  • Desa Leming, Kecamatan Terara. Koordinat: 8°40'30"LS, 116°24'35"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Rarang Batas, Kecamatan Terara. Koordinat: 8°40'31"LS, 116°23'23"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Senyiur, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°45'26"LS, 116°27'45"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Pijot Utara, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°45'09"LS, 116°30'46"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Dane Rase, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°46'35"LS, 116°29'37"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Montong Tangi, Kecamatan Sakra Timur. Koordinat: 8°41'24"LS, 116°29'47"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Setanggor Selatan, Kecamatan Sukamulia. Koordinat: 8°39'02"LS, 116°28'55"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini
Pembangunan Embung, 2 Lokasi:
  • Desa Batu Putik, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°45'16"LS, 116°26'24"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Dane Rase, Kecamatan Keruak. Koordinat: 8°47'01"LS, 116°29'47" BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
Pembangunan Dam Parit, 4 Lokasi:
  • Desa Kilang, Kecamatan Montong Gading. Koordinat: 8°36'48"LS, 116°24'14"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Perian, Kecamatan Montong Gading. Koordinat: 8°34'15"LS, 116°23'31"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Suralaga, Kecamatan Suralaga. Koordinat: 8°36'03"LS, 116°31'41"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
  • Desa Sapit, Kecamatan Suela. Koordinat: 8°29'50"LS, 116°33'12"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
Pembangunan Pintu Air, 1 Lokasi:
  • Kelurahan Kelayu Jorong, Kecamatan Selong. Koordinat: 8°39'57"LS, 116°32'30"BT dapat dilihat via Google Maps, klik di sini.
Baca juga:
Untuk melihat lokasi secara keseluruhan silakan download file yang telah dikonversi dari file SHP (ArcGIS) ke file KML (Google Earth). Setelah anda download file tersebut maka langsung bisa dibuka/diakses menggunakan aplikasi Google Earth di komputer maupun ponsel, dan untuk melihat data tabel pada titik lokasinya di Google Earth anda bisa melihatnya dengan cara diklik pada titik lokasi yang ingin dilihat data tabelnya. Untuk mengunduh (download) filenya klik di sini. [ari]

Senin, 13 Januari 2020

Kabid PSP Tinjau Lokasi Pasca Banjir di Dusun Batu Pandang, Desa Sapit

pspdistanlotim.com - Berdasarkan informasi dari Kepala Desa Sapit bahwa telah terjadi banjir di wilayahnya yang berdampak pada kerusakan areal pertanian dan jaringan irigasi. Atas informasi itu, Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi, SP. didampingi oleh Kepala Seksi Lahan dan Air Ariadi, S.Hut., M.Sc., Kepala Seksi Pupuk, Pestisida dan Perlindungan Tanaman Anita Hikmawati, SP. serta Staf Bidang PSP Samsurial Hadi berkesempatan meninjau lokasi pasca banjir (13/01/2020).

Menurut informasi yang diperoleh dari Kepala Unit Pelaksana Teknis Penyuluhan Pertanian (UPT-PP) Kecamatan Suela Muh. Hirsan, SP. dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Sapit Alimudin, SP. bahwa dampak dari banjir tersebut telah menyebabkan kerusakan areal pertanian seluas 0,5 Ha dan jaringan irigasi sepanjang 60 meter.

Namun setelah ditinjau bahwa saluran irigasi yang mengalami kerusakan berada di perbatasan Kawasan Hutan Lindung Sapit sehingga menjadi ranah Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi NTB dalam hal ini Balai Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Rinjani Timur. 

Setelah meninjau lokasi, Kabid PSP beserta rombongan melakukan penentuan Calon Petani/Calon Lokasi (CPCL) sebagai calon lokasi pelaksanaan pekerjaan fisik pembangunan Dam Parit yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2020, dimana pekerjaan fisik tersebut akan dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani. [ari]

Tim Teknis Bidang PSP Akan Lakukan Penentuan CP/CL DAK Swakelola 2020

pspdistanlotim.com - Dana Alokasi Khusus (DAK) adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.

Program yang menjadi prioritas nasional dimuat dalam Rencana Kerja Pemerintah dalam tahun anggaran bersangkutan. Kemudian, Menteri teknis mengusulkan kegiatan khusus yang akan didanai dari DAK dan ditetapkan setelah berkoordinasi dengan Menteri Dalam Negeri, Menteri Keuangan, dan Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional, sesuai dengan Rencana Kerja Pemerintah. Menteri teknis menyampaikan ketetapan tentang kegiatan khusus kepada Menteri Keuangan.

DAK nasional ditetapkan dalam APBN, sesuai dengan kemampuan APBN. yang kemudian ditindaklanjuti dengan perhitungan alokasi DAK per daerah. Penghitungan alokasi DAK dilakukan melalui 2 (dua) tahapan, yaitu: (a) Penentuan daerah tertentu yang menerima DAK; dan (b) Penentuan besaran alokasi DAK masing-masing daerah. Setelah menerima usulan kegiatan khusus, Menteri Keuangan melakukan penghitungan alokasi DAK. Penentuan daerah penerima DAK harus memenuhi kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. 

Besaran alokasi DAK masing-masing daerah ditentukan dengan perhitungan indeks berdasarkan kriteria umum, kriteria khusus, dan kriteria teknis. Kriteria umum sebagaimana dirumuskan berdasarkan kemampuan keuangan daerah yang dicerminkan dari penerimaan umum APBD setelah dikurangi belanja Pegawai Negeri Sipil Daerah. 

Kemampuan keuangan daerah dihitung melalui indeks fiskal netto. Daerah yang memenuhi kriteria umum merupakan daerah dengan indeks fiskal netto tertentu yang ditetapkan setiap tahun. Kriteria khusus dirumuskan berdasarkan: (a) Peraturan perundang-undangan yang mengatur penyelenggaraan otonomi khusus; dan (b) Karakteristik daerah. Kriteria khusus dirumuskan melalui indeks kewilayahan oleh Menteri Keuangan dengan mempertimbangkan masukan dari Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional dan menteri/pimpinan lembaga terkait. 

Sementara itu, kriteria teknis disusun berdasarkan indikator-indikator kegiatan khusus yang akan didanai dari DAK. Kriteria teknis dirumuskan melalui indeks teknis oleh menteri teknis terkait. Menteri teknis menyampaikan kriteria teknis kepada Menteri Keuangan.

Pada tahun 2020 ini, Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur akan melakukan pembangunan fisik atau sarana infrastruktur pertanian yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan akan dilaksanakan secara swakelola kepada kelompok tani, sehingga Tim Teknis DAK akan melakukan penentuan Calon Petani/Calon Lokasi (CP/CL) di 15 Lokasi/Desa, diantaranya:
1. Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal, 8 Lokasi:
    - Desa Lando, Kec. Terara
    - Desa Leming, Kec. Terara
    - Desa Rarang Batas, Kec. Terara
    - Desa Senyiur, Kec. Keruak
    - Desa Pijot Utara, Kec. Keruak
    - Desa Dane Rase, Kec. Keruak
    - Desa Montong Tangi, Kec. Sakra Timur
    - Desa Setanggor Selatan, Kec. Sukamulia

2. Pembangunan Embung, 2 Lokasi:
    - Desa Batu Putik, Kec. Keruak
    - Desa Dane Rase, Kec. Keruak

3. Pembangunan Dam Parit, 4 Lokasi:
    - Desa Kilang, Kec. Montong Gading
    - Desa Perian, Kec. Montong Gading
    - Desa Suralaga, Kec. Suralaga
    - Desa Sapit, Kec. Suela

4. Pembangunan Pintu Air, 1 Lokasi:
    - Kelurahan Kelayu Jorong, Kec. Selong

Sabtu, 11 Januari 2020

Kabid PSP Dinas Pertanian Lotim Tinjau Progress Irigasi di Tiga Desa

pspdistanlotim.com - Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) pada Dinas Pertanian Kabupaten Lombok Timur Lalu Fathul Kasturi, SP. berkesempatan mengajak awak Media untuk dapat secara bersama-sama turun langsung ke petani guna melihat hasil progress pembangunan sarana irigasi pada tiga titik, yakni Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru dan Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik.

Selain melihat hasil progress fisik. Awak media juga berkesempatan berkomunikasi secara langsung dengan Ketua Kelompok Tani, salah satunya Ketua Kelompok Tani Bagek Gaet Fahrudin, yang ada di Desa Peneda Gandor.

Dituturkannya apa yang menjadi program Bidang PSP Tahun 2019 sangatlah bermanfaat bagi petani terlebih pada kondisi musim kemarau seperti sekarang ini.

“Alhamdulilah dengan adanya program pembangunan sumur dangkal dari pemerintah, kami sangat merasa terbantu. Dimana dari jumlah lahan seluas 35 hektar milik petani dapat terairi dengan baik sesuai dengan kebutuhan masing-masing petani” ucap Fahrudin.

Dijelaskan kembali oleh Fahrudin, sebelum adanya sumur dangkal, para petani hanya mengandalkan aliran sumber air dari Dum II yang terletak di Desa Greneng. Sekarang dengan adanya bantuan ini pola tanam petani juga bertambah. semula hanya menanam padi sekarang bisa bervariasi dengan menanam tanaman palawija bahkan petani juga dapat menggunakan sistem tumpang sari seperti menanam tembakau, cabai dan lain sebagainya .

Kendati demikian untuk dapat lebih meningkatkan produktifitas lahan pertanian, Dia tetap berharap kepada pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian Kab. Lombok Timur untuk dapat kembali memberikan bantuan serupa sebanyak 3 atau 4 titik pada tahun berikutnya dengan maksud agar luas area sawah di kelompok Bagek Gaet yang dibinanya bisa diairi tanpa harus menunggu antrian pembagian air.

Sementara itu Kabid PSP mengungkapkan kepada media, adapun nilai keseluruhan anggaran program yang dikelolanya khusus untuk sarana irigasi yang dikerjakan secara kontraktual maupun swakelola, yaitu sebesar Rp. 12.243.000.000 yang bersumber dari Dana Tugas Pembantuan (DTP), Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) dan Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Alhamdulilah pada Bulan Oktober lalu seluruh pembangunan fisik yang ada pada Bidang PSP, 100 persen tuntas dikerjakan, begitu juga dengan keuangan sudah 98 persen terserap sementara 2 persennya untuk biaya pajak dan lain-lain,” Terang Fathul .

Lebih lanjut dijelaskan, Ada 10 jenis pekerjaan yang dibangun oleh Bidang PSP pada Tahun 2019 yang tersebar di beberapa kecamatan yang membutuhkan jaringan sarana irigasi.

10 jenis pekerjaan tersebut antara lain Pembangun Embung sebanyak 17 unit dengan total biaya Rp. 1.200.000.000, Pembangunan Dam Parit sebanyak 7 unit dengan total biaya Rp. 945.000.000, Pembangunan Air Sumur Dangkal 8 unit dengan total biaya Rp. 656.000.000, Pembangunan Jalan Usaha Tani dengan total biaya Rp. 1.875.000.000, Pembangunan Long Storage satu unit di Desa Sugian dengan biaya Rp. 140.000.000, Pembangunan Jaringan Irigasi Tersier sebanyak 43 unit dengan total biaya Rp. 2.975.000.000, Rehab Kantor BPP 4 unit total biaya Rp. 800.000.000, Pembangun Gudang Bibit Bawang Putih 1 unit dengan biaya Rp. 100.000.000 dan terakhir Pembangunan Perpompaan air 4 unit dengan total biaya Rp. 352.000.000.

Ditambahkanya secara kebutuhan apabila melihat luas wilayah pertanian di Lotim mencapai 48.000 hektar, sehingga sangat dibutuhkan lebih banyak lagi sarana irigasi seperti ini. Namun karena kemapuan APBN dan APBD belum mencukupi sehingga di lakukan secara bertahap dari tahun ke tahun untuk selalu dianggarkan dan menjadi kebutuhan masyarakat.

“Program itu ada karena masyarakat membutuhkan untuk itulah sebabnya kita selalu menghimbau dan meminta kepada seluruh petani di Lotim agar melaporkan kebutuhannya dengan melampirkan proposal sesuai dengan apa yang dibutuhkan sehingga akan diinput menjadi satu program,” pintanya

Fathul juga berharap kepada para kelompok tani yang sudah menerima bantuan dari program pemerintah seperti saat ini untuk dapat memanfaatkan dan memeliharanya dengan baik, agar selalu dapat digunakan dan juga sebagai ungkapan rasa syukur atas bantuan yang telah diberikan pemerintah .

Sementara itu untuk mencapai peningkatan produksi agar Lotim tetap menjadi Lumbung Padi Nasional, maka pertanian Lotim masih mebutuhkan 75 persen sarana irigasi untuk luas 48.000 hektar lahan, tentu untuk memenuhi 75 persen kebutuhan irigasi tersebut tidak terlepas dari peranan dan kewenangan dari Pemerintah Pusat, Provinsi dan Daerah.

Jalan Usaha Tani, Upaya Pemerintah Penuhi Kebutuhan Petani

pspdistanlotim.com - Jalan usaha tani atau jalan pertanian merupakan prasarana transportasi pada kawasan pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan rakyat, dan peternakan) untuk memperlancar mobilitas alat dan mesin pertanian, pengangkutan sarana produksi menuju lahan pertanian, dan mengangkut hasil produk pertanian dari lahan menuju tempat penyimpanan, tempat pengolahan, atau pasar. Sebagian besar jalan usaha tani masih berupa tanah atau berlapis kerikil.

Salah satu upaya untuk mengembangkan sektor pertanian adalah dengan meningkatkan dukungan infrastruktur pertanian yang memadai, di antaranya melalui pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT). Dengan adanya pengembangan JUT diharapkan dapat mendorong kelancaran distribusi pada kawasan pertanian.

Dampak perubahan iklim pada sektor pertanian apabila tidak disiasati dan dilakukan upaya adaptasi dapat mengakibatkan terjadinya kelebihan atau kekurangan air. Kondisi ini telah dirasakan oleh petani sehingga menyebabkan resiko kegagalan usaha pertanian yang semakin meningkat dan sulit diprediksi.

Petani sebagai ujung tombak pelaksana pembangunan pertanian diharapkan mampu melaksanakan usaha tani di tengah fenomena perubahan iklim yang terjadi seperti sekarang ini. Salah satu usaha yang dapat dilakukan adalah meningkatkan kapasitas petani dalam melakukan adaptasi mitigasi dengan membangun Jalan Usaha Tani (JUT) untuk meningkatkan akses transportasi bagi kelompok tani dalam mengelola lahannya.

Pengembangan Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan pengembangan dari Jalan Usahatani yang ada dengan pembuatan baru, peningkatan kapasitas dan rehabilitasi. Jalan Usaha Tani (JUT) merupakan salah satu solusi teknis, yang apabila dibangun sesuai kriteria teknis mampu meningkatkan indeks pertanaman dan meningkatkan taraf hidup petani/masyarakat sekitarnya.

Pembangunan Jalan Usaha Tani di Kabupaten Lombok Timur, khususnya yang bersumber dari Dana DAK Pertanian 2019 dikerjakan dengan pola swakelola oleh Kelompok Tani Silak Matur I, Desa Borok Toyang, Kecamatan Sakra Barat.

Pemenuhan Kebutuhan Air Irigasi Melalui Pembangunan Long Storage

pspdistanlotim.com - Long Storage adalah bangunan penahan air yang berfungsi menyimpan air di dalam sungai, kanal dan atau parit pada lahan yang relatif datar dengan cara menahan aliran untuk menaikkan permukaan air sehingga cadangan air irigasi meningkat.

Irigasi adalah usaha penyediaan, pengaturan dan pembuangan air irigasi untuk menunjang pertanian, yang meliputi irigasi permukaan, irigasi rawa, irigasi air bawah tanah, irigasi pompa dan irigasi tambak. Pada zaman dahulu, jika persediaan air melimpah karena tempat yang dekat dengan sungai atau sumber mata air, maka irigasi dilakukan dengan mengalirkan air tersebut ke lahan pertanian.  

Namun demikian, irigasi juga biasa dilakukan dengan membawa air dengan menggunakan wadah kemudian menuangkan pada tanaman satu per satu. Untuk irigasi  dengan model seperti ini di Indonesia biasa disebut menyiram.Tujuan dari irigasi secara langsung yaitu untuk menambah air pada areal pertanian, serta untuk mencukupi kebutuhan air terutama pada saat tidak turun hujan. Sedangkan secara tidak langsung, pemberian air irigasi dapat menunjang  usaha pertanian melalui berbagai cara, antara lain mengatur suhu tanah, meningkatkan kualitas air, dan lain-lain.

Pembangunan Long Storage di Kabupaten Lombok Timur, khususnya yang bersumber dari Dana DAK Pertanian 2019 dikerjakan dengan pola swakelola oleh Kelompok Tani Dasan Baru I, Desa Sugian, Kecamatan Sambelia.

Jumat, 10 Januari 2020

Irigasi Air Tanah Dangkal Bantu Petani Atasi Kekurangan Air di Lombok Timur

pspdistanlotim.com - Air permukaan dan air tanah merupakan sumber air yang memberikan konstribusi besar untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan langsung hidupnya maupun sebagai sumber air irigasi. Untuk itu pemanfaatan air permukaan dan air tanah sebagai sumber air irigasi perlu dikelola dengan baik sesuai dengan potensinya sehingga dapat dimanfaatkan secara lestari.

Secara alami kebutuhan air untuk tanaman dapat dipenuhi dari air hujan. Namun dalam kenyataannya di beberapa tempat dan dalam waktu-waktu tertentu jumlah air hujan tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bagi tanaman. Sedangkan infrastruktur, sarana prasarana irigasi masih merupakan permasalahan mendasar sektor pertanian. Kondisi ini menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi tidak optimal yang selanjutnya dapat mengganggu tingkat produktivitasnya.

Pengembangan irigasi air permukaan dan air tanah merupakan salah satu kebijakan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian yang terkait dengan pencapaian sasaran tercapainya pengembangan sumber air alternatif dan skala kecil yang diprioritaskan untuk kawasan yang kekurangan air.

Tujuan Irigasi Air Tanah Dangkal:
1. Memanfaatkan potensi sumber air sebagai suplesi air irigasi bagi komoditas hortikultura dan perkebunan serta budidaya ternak;
2. Meningkatkan luas areal tanam dan produksi usaha tani;
3. Meningkatkan produktivitas pertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani.

Pengertian Irigasi Air Tanah Dangkal:
1. Air Permukaan adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah (sungai, danau, mata air, terjunan air).
2. Air Tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah.
3. Air tanah dangkal/sedang/dalam adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah pada kedalaman:
- dangkal 1-30 meter
- sedang 31-60 meter
- dalam >60 meter

Pembangunan Irigasi Air Tanah Dangkal di Kabupaten Lombok Timur, khususnya yang bersumber dari Dana DAK Pertanian 2019 dikerjakan dengan pola swakelola kepada kelompok tani yang berada di 8 lokasi, di antaranya:
1. Poktan Payung Mekar, Desa Bagikpayung Timur, Kecamatan Suralaga
2. Poktan Indah Kencana I, Desa Menceh, Kecamatan Sakra Timur
3. Poktan Tunas Muda II, Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur
4. Poktan Montong Sari, Desa Selebung Ketangga, Kecamatan Keruak
5. Poktan Sambi Enjek, Desa Suwangi, Kecamatan Sakra
6. Poktan Kertasari, Desa Kertasari, Kecamatan Labuhan Haji
7. Poktan Bagik Gaet, Desa Peneda Gandor, Kecamatan Labuhan Haji
8. Poktan Pelda, Desa Selagik, Kecamatan Terara

Dinas Pertanian Lombok Timur Bangun Dam Parit Dekat Kawasan Pertanian

pspdistanlotim.com - Dampak perubahan iklim sangat dirasakan oleh sektor pertanian karena usaha di sektor pertanian merupakan sektor paling rentan (vulnerable) terhadap perubahan iklim. Perubahan iklim secara langsung akan berpengaruh terhadap capaian ketahanan pangan nasional. Pengaruh yang sangat dirasakan mulai dari infrastruktur pendukung pertanian seperti pada sumber daya lahan dan air, infrastruktur jaringan irigasi, hingga sistem produksi melalui produktifitas, luas tanam dan panen.

Antisipasi dan mitigasi dampak perubahan iklim yang terkait dengan kelangkaan air pada musim kemarau dan atau kelebihan air pada musim hujan di tingkat usaha tani merupakan kondisi yang sangat berpengaruh dalam usaha pertanian tanaman pangan. Untuk itu konservasi air sebagai langkah adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dilakukan melalui pemanenan air hujan dan aliran permukaan (rain fall and run off harvesting) pada musim hujan untuk dimanfaatkan pada saat terjadi krisis air terutama pada musim kemarau. Pemanenan dilakukan dengan menampung air hujan dan run off antara lain melalui pembuatan Embung/Dam Parit//Long Storage.

Sejalan dengan pola pemanenan air melalui embung, juga dapat dilakukan pembuatan dam parit pada alur sungai, yang ditujukan untuk menambah ketersediaan air untuk pertanian serta dapat memperlambat laju aliran dengan meresapkan air ke dalam tanah (recharging). Teknologi ini dianggap efektif karena secara teknis dapat menampung volume air dalam jumlah relatif besar dan dapat mengairi areal yang relatif luas karena jika dibangun cara berseri (cascade series).

Kegiatan adaptasi melalui pengembangan dam parit dekat kawasan pertanian merupakan upaya konservasi air yang tepat guna, murah dan spesifik lokasi, serta dapat mengatur ketersediaan air untuk memenuhi kebutuhan air (water demand) di tingkat usaha tani. Pola konservasi air yang sederhana tersebut dapat dilaksanakan sesuai dengan kemampuan petani yaitu menampung air limpasan atau dari mata air, dan atau meninggikan muka air dalam skala mikro.

Pembangunan Dam Parit di Kabupaten Lombok Timur, khususnya yang bersumber dari Dana DAK Pertanian 2019 dikerjakan dengan pola swakelola kepada kelompok tani yang berada di 7 lokasi, di antaranya:
1. Poktan Mohon Subur, Desa Paok Motong, Kecamatan Masbagik
2. Poktan Kayun Maju, Desa Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik
3. Poktan Harapan Tani I, Desa Tetebatu Selatan, Kecamatan Sikur
4. Poktan Tunas Makmur I, Desa Kalijaga Selatan, Kecamatan Aikmel
5. Poktan Campur Sari, Desa Sapit, Kecamatan Suela
6. Poktan Tempos Salak, Desa Mekarsari, Kecamatan Suela
7. Poktan Bangle, Desa Pesanggerahan, Kecamatan Montong Gading

Dinas Pertanian Lombok Timur Bangun 10 Embung dari Dana DAK 2019

pspdistanlotim.com - Embung adalah bangunan konservasi air berbentuk kolam untuk menampung air hujan dan air limpasan serta sumber air lainnya untuk mendukung usaha pertanian, perkebunan dan peternakan terutama pada saaat musim kemarau. Embung merupakan cekungan yang dalam di suatu daerah perbukitan. Air embung berasal dari limpasan air hujan yang jatuh di daerah tangkapan. Embung adalah bangunan penyimpan air yang dibangun di daerah depresi, biasanya di luar sungai.

Tujuan pembuatan embung adalah:
1. Menyediakan air untuk pengairan tanaman di musim kemarau.
2. Meningkatkan produktivitas lahan, masa pola tanam dan pendapatan petani di lahan tadah hujan.
3. Mengaktifkan tenaga kerja petani pada musim kemarau sehingga mengurangi urbanisasi dari desa ke kota.
4. Mencegah/mengurangi luapan air di musim hujan dan menekan resiko banjir.

Pembangunan embung di Kabupaten Lombok Timur, khususnya yang bersumber dari Dana DAK Pertanian 2019 dikerjakan dengan pola swakelola kepada kelompok tani yang berada di 10 lokasi, di antaranya:
1. Poktan Tanak Beak, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru
2. Poktan Pemongkong Ijo, Desa Pemongkong, Kecamatan Jerowaru
3. Poktan Bina Karya, Desa Kuang Rundun, Kecamatan Jerowaru
4. Poktan Jerowaru Daya I, Desa Jerowaru, Kecamatan Jerowaru
5. Poktan Lumbung Pusaka, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru
6. Poktan Beriuk Maju, Desa Pandan Wangi, Kecamatan Jerowaru
7. Poktan Pejaik Mandiri, Desa Wakan, Kecamatan Jerowaru
8. Poktan Turun Tangis III, Desa Lepak Timur, Kecamatan Sakra Timur
9. Poktan Patuh Karya IV, Desa Surabaya, Kecamatan Sakra Timur
10. Poktan Padak II, Desa Padak Goar, Kecamatan Sambelia